Rakyat Bertanya Soal Covid-19, Ini Jawabannya

DISASTERS.ID – Dalam beberapa hari terakhir di penghujung tahun 2020, sejumlah warga banyak yang memperbincangkan meningkatnya jumlah terkonfirmasi positif Covid-19.

Sebenarnya warga yang memperbincangkan Covid-19 ini bukan dalam diskusi resmi, dari kalangan aparat pemerintahan, intelektual atau akademisi.

Ini, hanya obrolan-obrolan di warung kelontongan, warung nasi, hingga tempat nasi goreng kaki lima yang kerap kudengar.

Bahkan di antara mereka juga langsung bertanya dengan rasa penasarannya.

Kata mereka, ”Karena tidak mau mendapatkan informasi hoax, jadi harus nanya langsung jurnalis biar jelas.”

Dan, diskusi dadakan pun langsung digelar sambil ngaler ngidul begitu saja. Kadang sambil menunggu pesanan nasi goreng selesai, atau sambil makan.

Untuk menjawab, dan kadang harus menjelaskan selalu kusodorkan info grafis dari update data Gugus Tugas Covid-19, baik Kota maupun Kabupaten Sukabumi.

Beruntung update data Covid-19 selalu disebar dalam whats app group (WAG). Jadi dengan mudah, menjelaskannya. Hanya tinggal memperlihatkan smartphone.

Namun, selalu saja ada yang mengganjal pikiran bila setiap dalam obrolan-obrolan itu.

Selalu saja ada pertanyaan soal pembiayaan mulai dari rapid test, swab test hingga perawatan isolasi bila positif Covid-19.

Bagaimana kalau yang terpapar virus corona itu dari kalangan rakyat miskin.

Bagaimana biaya di rumah sakitnya bila harus isolasi, keluarga yang ditinggalkannya bagaimana bila yang sakitnya itu suaminya.

Hingga bagaimana bila di isolasi mandiri di rumahnya. Bagaimana keluarganya apakah diungsikan atau dikemanakan.

Apakah pemerintah memberikan bantuan buat pasien positif Covid-19 yang diisolasi di rumah. Sedangkan keluarganya dari kalangan yang kondisi ekonominya kesulitan.

Banyak sekali pertanyaannya, maaf belum semua ditanyakan. Selain waktu dan kesempatan, juga tidak mau lama-lama. Jadi secukupnya dulu.

Wali Kota Menjawab

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengungkapkan ada bantuan bagi warga terkonfirmasi positif Covid-19 yang isolasi mandiri dan mengalami kesulitan ekonomi.

”Kami memiliki beberapa persediaan yang dikirimkan bagi pasien (positif Covid-19) dari golongan ekonomi lemah ke bawah. Bentuknya sembako,” ungkap Fahmi selesai peresmian Pedestrian Dago, Kamis (31/12/2020).

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi

Dia menuturkan call center pada Gugus Tugas Covid-19 menjadi bagian yang sudah diperkuat. Dimana di call center itu pun disediakan sembilan kebutuhan pokok bagi warga terkonfirmasi Covid-19.

”Bagi warga yang membutuhkan karena terganggu kondisi Covidnya mereka bisa menghubungi call center,” ujar Fahmi yang juga sempat menjadi anggota DPRD Kota Sukabumi dua periode.

Untuk mendapatkan bantuan sembako bisa menghubungi call center Gugus Tugas Covid-19 Kota Sukabumi 0800 1000 119.

Ketua DPRD Kota Sukabumi, Kamal Suherman menuturkan sesuai fungsinya seluruh anggota ikut mengawasi dan memantau masalah-masalah Covid-19 di setiap daerah.

”Anggota DPRD itu tersebar di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing. Jadi bisa mengawasinya langsung,” tutur Kamal yang juga hadir dalam peresmian Pedestrian Dago.

Jangan lupa selalu Memakai Masker, Mencuci Tangan dengan Air Mengalir dan Menjaga Jarak. Jangan Merasa Bebas, Tetap Waspada Pandemi Covid-19 Masih Ada.

Keterangan foto utama :

Sejumlah anggota Polri dan TNI berdoa saat apel pasukan pengamanan pergantian tahun di Pedestrian Dago, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (31/12/2020). DISASTERS.ID/BUDIYANTO

Facebook Comments